Pelantikan PCNU Kota Samarinda Masa Khidmat 2025-2030Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Wagub Kaltim) Seno Aji berharap agar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Samarinda masa khidmat 2025–2030 yang baru dilantik mampu menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus tetap dekat dengan umat.
“Alhamdulillah, mereka (pengurus baru) sudah aktif sejak ditetapkan. Hari ini, hanya pengukuhan formal. Saya berharap pengurus PCNU ini bisa memberikan kemaslahatan melalui program dan perilaku organisasi yang berpihak kepada rakyat,” ujar Seno Aji.
Ia menyatakannya saat memberikan sambutan dalam pelantikan (PCNU) Kota Samarinda masa khidmat 2025–2030 oleh Rais Syuriyah PWNU Kaltim K.H. M. Ali Cholil di Hotel Bumi Senyiur, Sabtu, 10 Mei 2025.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi kontribusi PCNU dalam berbagai proses kebijakan daerah dan pembinaan lembaga keislaman di lapangan seperti Banser dan LAZISNU.
Menurutnya, kehadiran NU hingga ke tingkat bawah menjadi kekuatan sosial yang penting dalam membina masyarakat secara menyeluruh.
“Kami sering berdiskusi langsung. Komitmen mereka untuk terjun hingga ke akar rumput adalah langkah konkret yang sangat patut didukung,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PBNU, K.H. Yahya Cholil Staquf menekankan pentingnya kesamaan visi dan sistem kerja yang rapi dalam tubuh NU.
Ia menyebut bahwa organisasi besar seperti NU harus didukung oleh sistem data personil yang hidup dan valid.
“Kita perlu gambar dan cara pandang yang sama dari pusat sampai ranting. Kalau tidak, hasilnya akan berbeda-beda. Konsolidasi jadi kunci,” tegas Yahya dalam arahannya.
Ia menyatakan bahwa 23 peraturan perkumpulan (Perkum) yang telah diterbitkan PBNU mencakup berbagai sektor riil seperti kesehatan dan kesejahteraan.
Ia menegaskan NU harus hadir secara nyata dalam pelayanan umat, bukan sekadar hadir secara administratif.
“Harus ada pembagian tugas yang jelas dari PB hingga ranting. Kita tidak bisa hanya mengandalkan laporan verbal, tetapi harus ada penanggung jawab yang jelas dan data yang valid,” ujarnya.
Di akhir arahannya, Yahya memberikan target konkret kepada NU Kaltim untuk membentuk Majelis Wakil Cabang (MWC) yang fungsional dalam tiga bulan ke depan.
Ia menekankan bahwa langkah tersebut penting untuk memperkuat struktur dan memastikan efektivitas kerja di lapangan.
Dengan pelantikan ini, PCNU Samarinda memulai babak baru pengabdiannya. Konsolidasi internal, sinergi eksternal, dan validitas data menjadi tiga pilar utama yang diharapkan mampu membawa NU semakin berdampak bagi masyarakat luas.
Sementara itu, struktur organisasi PCNU Samarinda yang baru dilantik terdiri dari K.H. Moh. Mahrus sebagai Rais Syuriyah dan K.H. Asy’ari Hasan sebagai Ketua Tanfidziyah, didampingi M. Iwan Abdi, Muhammad Nasikin, dan Yusni sebagai sekretaris dan bendahara yang akan mengawal kerja organisasi selama lima tahun ke depan.

