Minggu, Desember 14, 2025
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
Wartasia.com
  • Politik
  • Nasional
  • Daerah
No Result
View All Result
  • Politik
  • Nasional
  • Daerah
No Result
View All Result
Wartasia.com
No Result
View All Result
Beranda Lainnya

Rusia Ajak Negara-Negara ASEAN untuk Hindari Dolar sebagai Alat Pembayaran

Rusia berencana memperkenalkan mata uang nasional sebagai alternatif, Rusia juga mengusulkan mata uang baru berbasis emas melalui aliansi BRICS.

Adi Rizki Ramadhan Adi Rizki Ramadhan
18 Juli 2023
in Lainnya
1
Rusia

Retno Marsudi, Menlu Indonesia, dan Sergey Lavrov Menlu Rusia .Inet

90
SHARES
749
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappShare ke Twitter

Moskow – Rusia mulai mengajak negara-negara ASEAN untuk menghindari penggunaan dolar sebagai alat pembayaran dan memilih mata uang lain sebagai pengganti. Menurut laporan Russia Today, pemerintah Kremlin berencana membahas penggantian mata uang dalam aktivitas perdagangan dengan negara-negara di Asia Tenggara.

Tindakan ini diambil oleh Rusia sebagai respons terhadap sanksi yang diberlakukan oleh Barat atas peran Rusia dalam konflik di Ukraina. Sanksi tersebut melibatkan pemblokiran akses keuangan kepada Rusia. Dalam upaya memperbaiki situasi ini, Rusia sedang berusaha untuk meluncurkan konsultasi dengan negara-negara ASEAN untuk mempertimbangkan pengenalan mata uang nasional sebagai alternatif dalam penyelesaian transaksi bersama. Pernyataan ini dikutip oleh Kementerian Luar Negeri Rusia, mengutip pernyataan Lavrov yang disampaikan saat pertemuan ASEAN pada hari Rabu (12/7/2023).

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan akibat sanksi Barat, perdagangan antara Rusia dan RI Cs, menurun sebesar 4,4% pada tahun 2022. Karenanya, perlu ada mata uang baru untuk mengatasi hal ini.

Dalam pertemuan tersebut, Rusia menjadi salah satu tamu yang diundang, termasuk AS dan China.

Sayangnya belum ada komentar dari pemerintah ASEAN soal dedolarisasi ini. Namun khusus Indonesia, Bank Indonesia memang telah mengurangi ketergantungan akan dolar sejak 2018 melalui local currency settlement (LCS) dalam transaksi perdagangan bilateral Indonesia dengan negara mitra.

Sebenarnya, Rusia telah menggemakan wacana dedolarisasi dalam aliansi BRICS. Aliansi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (Afsel) ini merupakan 50% produsen gandum dan beras dunia dan pemilik 15% cadangan emas planet ini.

Untuk memuluskan ini, Moskow mengusulkan mata uang baru yang akan berbasis pada emas. Nantinya, kesepakatan ini akan disahkan pada pertemuan BRICS 22 Agustus mendatang.

Langkah ini kemudian diikuti oleh data Bank Sentral China yang menambahkan 23 ton cadangan emas pada bulan Juni. Dengan penambahan tersebut, People’s Bank of China saat ini memiliki cadangan hingga 2.330 ton emas.

Seorang mantan penasihat CIA dan dan bankir investasi James Rickards mengatakan bahwa ada fakta menarik terkait tanggal pertemuan BRICS yang rencananya diadakan 22 Agustus mendatang. Ia menyebut tanggal yang sama pada tahun 1971 juga merupakan hari di mana AS menjatuhkan standar emas.

“Ini melibatkan peluncuran mata uang utama baru yang dapat melemahkan peran dolar dalam pembayaran global dan pada akhirnya menggantikan dolar AS sebagai mata uang pembayaran dan mata uang cadangan utama,” katanya.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen juga buka suara soal dedolarisasi. Menurutnya, meski beberapa negara yang mengambil manuver ini, pihaknya masih berharap dolar tetap akan menjadi mata uang yang mendominasi dalam skema perdagangan global.

“Kami berharap dolar tetap menjadi mata uang dominan dalam transaksi internasional,” paparnya dikutip Reuters awal pekan ini.

Perlu diketahui, sejarawan terkenal AS, Alfred McCoy pernah memprediksi “kekaisaran” Amerika akan runtuh di 2017. Hal ini pun terkait dolar AS.

“Pada tahun 2030, dolar AS akan kehilangan statusnya sebagai mata uang cadangan dominan dunia, menandai hilangnya pengaruh kekaisaran,” kata penulis buku “The Politics of Heroin” tersebut dimuat Big Think.

Tags: ASEANRusia
Previous Post

Penguatan Armada Laut Hitam dan Perbedaan Sistem Rudal Pantsir-M

Next Post

Peneliti Temukan Lubang Hitam Raksasa dalam Proyek CEERS

Next Post
Peneliti Temukan Lubang Hitam Raksasa dalam Proyek CEERS

Peneliti Temukan Lubang Hitam Raksasa dalam Proyek CEERS

Comments 1

  1. 注册 says:
    9 bulan ago

    Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERLANGGANAN BERITA & ARTIKEL

Wartasia.com

© 2023 PT Media Wartasia Indonesia

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman

Follow Us

No Result
View All Result
  • Politik
  • Nasional
  • Daerah

© 2023 PT Media Wartasia Indonesia